Review Buku Positive Business Ideas Bab “Mengatasi Kesalahan” Karangan James Gwee

Sebenarnya sudah lama saya ingin menuangkan apa yang ada dalam buku “Positive Business Ideas” karangan James Gwee ke dalam blog, karena isinya menurut saya sangat bermanfaat mulai dari awal sampai akhir bab.  Alhamdulillah baru sekarang diberikan kesempatan untuk bisa menuliskan review buku “Positive Business Ideas” milik James Gwee.  Dan pada review kali ini saya akan copas beberapa bagian  yang ada pada bab “Mengatasi Kesalahan” di halaman 90.

REVIEW BUKU POSITIVE BUSINESS IDEAS BAB “MENGATASI KESALAHAN” KARANGAN JAMES GWEE

 

Pada bab “Mengatasi Kesalahan”, James Gwee menuliskan seperti ini :

“Ketika karyawan Anda melakukan kesalahan, Anda tidak perlu membahas kesalahan itu panjang lebar, tetapi menanyakan dan menganalisis lebih dulu latar belakang atau sebab-sebab di balik kesalahan yang telah diperbuatnya.  Kenapa?  Bisa jadi, dia melakukan kesalahan karena dia orang baru, tidak tahu aturan mainnya, tidak didukung rekan-rekan sekerjanya atau kurangnya arahan yang jelas dari atasan.  Atau mungkin karena berbagai alasan lain yang perlu kita cari tahu.  Dengan cara itu, Anda akan dianggap sebagai pimpinan atau atasan yang bijak dan mau mendengarkan bawahan”

Dan pada akhir bab, James Gwee menyisipkan quote ini :

ACTION IDEAS

From now onwards, pay attention to your own action and behavior whenever your sub ordinates make a mistake.  Do you behave CONSTRUCTIVELY or do you behave EMOTIONALLY?

REVIEW BUKU POSITIVE BUSINESS IDEAS BAB “MENGATASI KESALAHAN” KARANGAN JAMES GWEE

Moral cerita dari tulisan di atas versi saya :

  • Sebenarnya tulisan di atas menurut saya tidak hanya ditujukan untuk hubungan atasan dan bawahan saja, tapi mencakup ke semua hubungan, seperti misalnya hubungan suami istri, guru dan murid, kakak dan adik, rekan sekerja, teman/sahabat, dll. Artinya, ketika kita menemui bawahan /pasangan / murid / adik / rekan kerja / teman / sahabat melakukan kesalahan maka hal pertama yang kita lakukan adalah tidak boleh menghakimi.  Emosi sesaat mungkin wajar selama dalam batasan yang normal.  Namun setelah itu, kita perlu mendengarkan ceritanya apa yang menyebabkan dia melakukan kesalahan.
  • Kalau sudah tahu latar belakang dia melakukan kesalahan maka sebagai atasan / pasangan / guru / kakak / rekan kerja / teman / sahabat yang baik perlu dibicarakan solusi dan juga langkah-langkah antisipatif sehingga masalah yang muncul ada jalan keluarnya dan untuk ke depannya bisa dihindari kesalahan yang sama.
  • Manusia memang tempatnya salah karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Tapi manusia yang tidak sempurna pun tidak akan jatuh ke lubang sama berkali-kali.  Karena itu, semangat improvement (perbaikan) harus selalu kita miliki, jangan puas dengan yang sudah kita lakukan saat ini.  Mungkin ada hal / cara lain yang lebih baik dari yang biasa kita lakukan saat ini.
  • Hikmah dari kesalahan adalah kita menjadi tahu mana cara yang benar dan cara yang salah, mana cara yang efektif dan yang tidak, dan sebagai pimpinan, dengan munculnya kesalahan maka akan juga memunculkan jiwa yang kreatif dan inovatif.
  • Last but not least, mengutip kata James Gwee, kita harus mengubah perspektif mengenai kesalahan.  Kesalahan adalah guru dan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus hidup kita.

Selamat mencari hikmah dari kesalahan!

Happy long holiday guys 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Info : 0812-8446-1997Call