Kisah Inspiratif 6 Pengusaha Muda Yang Berbisnis Melalui Media Online

Berikut kisah 6 pengusaha muda yang sukses berbisnis di dunia online.  Semoga menjadi inspirasi untuk kita ya.

Hikmah yang bisa diambil adalah tidak ada batasan usia untuk sukses, semua kembali lagi kepada diri kita masing-masing.  Jika tekad kita kuat dan selalu optimis, Insyaallah jalan menuju kesuksesan terbuka lebar.  Aamiin …

  1. Rico Huang

Pasti nama ini sudah familiar untuk para facebooker.  Kalian tinggal search saja Rico Huang, maka kita akan diarahkan pada Group dan Fanpage milik Rico yang isinya sangat bermanfaat untuk motivasi dan inspirasi bisnis.

Rico lahir di Jakarta, 14 November 1995.  Anak muda ini mulai merintis bisnisnya sejak SMA kelas 1. Ia lahir dari keluarga yang sederhana. Ayah & Ibunya adalah perantauan dari Singkawang dan tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai pedagang jam. Saat di Jakarta rumahnya pernah terbakar di lalap api dan kendaraan ayahnya pernah dicuri orang dan ludes habis. Akhirnya orang tuanya harus bekerja ekstra keras untuk menghidupinya. Lantaran tidak tega melihat orang tuanya berdagang dari pagi sampe larut malam dan hampir tidak pernah libur dalam 1 tahun, ia mempunyai cita-cita supaya ekonomi keluarganya bisa maju.

Akhirnya ia mulai menjual nasi uduk kelas saat kelas 1 SMA. Ia menjual nasi uduk yang ia beli dari tetangganya dan menjual kembali kepada teman-temannya di sekolah. Jualan nasi uduknya pun tak berjalan mulus lantaran pihak sekolah melarang semua siswa untuk berjualan makanan di sekolah.

Bisnis keduanya adalah menjual kaos polos lewat blog dan menawarkan ke teman2nya di sekolah. Dalam kurun waktu 1 bulan ia berhasil menghasilkan uang bersih sebesar 500rb tapi rugi sebanyak 1 juta karna tidak laku saat mencoba stock. Karena tidak laku akhirnya ia mulai belajar tentang dunia “online shop” dengan berjualan aksesoris gadget selama 1 tahun dengan bantuan saudaranya.

Tak tanggung-tanggung selama 2 tahun mengumpulkan modal dengan berjualan aksesoris handphone, di umurnya yang ke 17 tahun ia langsung membuka bisnis kuliner yang ia cita-citakan sejak dulu yaitu mie ayam. Tak berjalan mulus dalam membangun bisnis mie ayamnya akhirnya ia menutup bisnis mie nya dengan sukses dan rugi 15 juta. Sedih, letih, dan hancur sudah ia alami. Tapi apa daya, ia masih optimis bahwa ia mampu mewujudkan cita-citanya untuk membanggakan orang tuanya. Dengan proses jatuh bangun yang panjang akhirnya ia berhasil membangun bisnis aksesoris handphone-nya dan kini ia menjadi supplier aksesoris handphone yang menerima pemesanan hingga puluhan bahkan ratusan aksesoris handphone secara online hanya lewat twitter & kaskus.

Hutang, melakukan kesalahan, ditipu, membuat pelanggan kecewa sudah pernah ia alami. Namun ia selalu mengambil sisi positif dalam menjalankan bisnisnya. Sekarang omset penjualan aksesoris handphone hanya dengan twitter & kaskus bisa mencapai 100-150jt/bulan di umurnya ke 18 tahun. Ia menjual produk ke toko dan distributor aksesoris hp di setiap kota.

Kini ia suka berbagi tips & trik berbisnis online di twitternya dan dia sekarang menjadi ketua komunitas bisnis anak muda online, dan suka berbagi dan sharing di twitternya >> @rcohuang .
Akun Komunitasnya –> @BisnisAnakMuda.  Dan kalian juga bisa kepo-in FP nya di Rico Huang dan Group FB di Bisnis Anak Muda & Rico Huang.

2. Seno Aji Airlangga

Seno Aji Airlangga adalah seorang anak yang lahir dari keluarga yang sederhana. Saat berumur 6 tahun Ibunya sering dicela oleh orang lain karena latar belakang ekonomi keluarganya yang sederhana dan bisa dibilang pas untuk makan sehari-hari. Karena keterbatasannya itu, dari sejak SD ia sudah memiliki otak dagang. Dimulai dari menyewakan komik-komik berseri seperti Doraemon, Conan, Dragonball yang dibelikan ayahnya, hingga berjualan mainan bekas miliknya. Namun beranjak SMP dan SMA jiwa dagangnya tidak terlihat, sering melakukan puasa dikarenakan keterbatasan uang jajan, dan cenderung mempunyai kepribadian yang “minder” karena keterbatasannya.

Sampai di saat dia menjadi mahasiswa di suatu kampus negeri di Jakarta. Dia menyadari tidak bisa selamanya hidup dalam keterbatasan. Dengan kondisi tersebut, dia mencoba berjualan pulsa tanpa modal, dengan menjualkan lagi pulsa yang dijual temannya (missal temannya menjual pulsa 6.000, dijual kembali olehnya dengan harga 6.500). Dia pun pernah menjadi “kuli” angkut barang disuatu perusahaan ekspedisi, tidak sampai disitu, menjadi pengamen dari rumah ke rumah pernah dilakukannya. Bermain music di suatu café di Pamulang juga pernah dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya.

Di tahun 2008, Ayahnya menghadiahi sebuah handphone kepada Seno, tapi bukannya digunakan untuk keperluan konsumtif, dia malah menjualnya di forum online besar “KASKUS”. Setelah laku, dia mencari handphone dengan harga murah di forum itu, dan dijual kembali olehnya. Begitu seterusnya sampai dia memiliki modal “lumayan” dan sampailah era “Blackberry”, dia mulai bisa menyetok beberapa Blackberry untuk dijual kembali. Tapi bisnisnya tidak berjalan mulus, sempat tertipu oleh supplier dari Batam dengan nominal yang banyak tidak menghanyutkan semangat “dagang” nya. Setelah tertipu dia justru makin bersemangat untuk berbisnis, karena mimpinya adalah “membahagiakan orangtua” nya.

Perjuangannya tidak sia-sia, setelah menempuh proses yang tidak mudah, sekarang dia memiliki mobil pribadi yang dibeli secara “cash” dari hasil berbisnis online nya. Tidak hanya itu, dia pun sekarang berhasil mewujudkan apa yang diimpikan, yaitu menaikkan haji Orang Tuanya. Tujuan awal dia “dagang” adalah mewujudkan mimpi orangtuanya, prinsip dia adalah “Kejar dan berusahalah wujudakn mimpi orangtua, maka kemudahan untuk mewujudkan mimpi kitapun akan terbuka lebar”
Sekarang dia sudah menjadi public speaker di beberapa seminar kampus, dan mengisi training online untuk memberikan rahasia & seluk beluk dunia online. Yang mau tau lebih jauh tentang Seno bisa cek dia di akun twitter @senow.

3.  Fransisca Purnama

Fransisca Purnama, seorangg wanita muda berumur 22 tahun, mulai mencari uang sendiri sewaktu dia SMA karena masalah keluarga yang kelam dan sejak saat itu juga kondisi keuangan dia langsung menjadi minus dan pas-pas-an, dan sebagai anak SMA pada kala itu , mencari uang tidaklah mudah.
Demi ikut karyawisata bersama teman-temannya, dia tidak mau meminta uang kepada mamanya, dan diapun mencari uang sendiri dengan mengajar anak smp (les private).

Dia memutuskan untuk tidak kuliah, karena tidak ada biaya untuk itu dan disaat teman2nya mendaftar ke berbagai universitas, dia hanya mendapat ejekan karena tidak bisa kuliah.
Seringkali dalam hidupnya, dia tidak dihargai, tidak dianggap karena dia seorang anak yang broken home.

Dia memutuskan untuk short course, dan mamanya yg berjuang untuk membiayai biaya shortcourse nya.

Setelah lulus short course, dia mulai untuk kerja kantoran, tetapi apa yang didapat tidak sebanding apa yang dikerjakan.

Memang sudah jiwa bisnis, dia mencari akal untuk berjualan apa yang bisa dijual online untuk mencari uang sendiri dan tidak membebani orang tua.

Sejak saat itu, online masih dianggap rendah dan dipandang sebelah mata, tetapi dia mampu membuktikan bahwa dengan bisnis onlinenya dia bisa meraup UNTUNG 4-5x lipat dari gaji yang dia terima.
Dan hanya dari social media, dia bisa menghasilkan 5-10 juta / minggu.

Apa yang dianggap teman2nya bisnis main-main, bagi dia, bisnis online adalah bisnis utama.
Bisnis yang sedang dia jalani adalah Dream Graphic yaitu di bidang design grafis.
Dan sekarang dia sedang melebarkan sayapnya di bidang Fashion yang bernama Edobi Projects dan kaoskaosgrosir.

Satu yang menjadi dasar bagi kehidupan dia adalah KEYAKINAN , apabila kita yakin kita bisa dapat maka kita akan mendapatkannya.
“Saya dulu menyesal dan kesal kenapa saya tidak bisa kuliah, tapi sekarang saya bersyukur, di saat teman2 saya masih kuliah, saya sudah mengantongi pengalaman dan bisa mendapatkan uang lebih cepat dibanding mereka yang masih meminta uang jajan ke orang tuanya”

Dia mampu membuktikan kepada orang banyak, bahwa anak yang broken home tidak selalu menjadi anak yang hidup dalam kekelaman, tapi harus bangkit dan melawan semua hinaan yang ditujukan kepada dirinya.

“Don’t let your dreams, just be dreams”
@FransiscaPrnama

4.  Aulia Rahmadhani

Aulia Rahmadhani, wanita muda yg berusia 20 tahun ini mulai mengenal bisnis ketika masa remaja, dan semakin mencintai bisnis nya ketika dia duduk di bangku perkuliahan di usia 17 tahun. Memang tidaklah mudah menjalani bisnis dan kuliah pada waktu yang bersamaan. Namun tuntutan orang tua untuk menyelesaikan kuliah nya membuat dia bertahan, walaupun merasa “passion” yang dia cari bukanlah di bidang kuliah yang saat itu ia tekuni karena baginya membahagiakan orang tua adalah prioritas utamanya.
Saat diperkuliahan berbagai macam bisnis sudah ia tekuni, termasuk bisnis MLM, tapi dia merasa ada yang kurang dari bisnis MLM ini, sehingga ia memutuskan untuk berhenti. Karena keinginan besar dia membuat dan membesarkan brand (merk) produknya sendiri, bukan membesarkan brand orang lain.

Saat ini dia mulai menjalankan bisnis online di bidang hijab dan stylish hijab.
Dan sekarang dia semakin menekuni bisnis tersebut yang sedang on progress brand hijab dia untuk launching yaitu Zahira Hijab.
Dia sadar bisnis ini sudah banyak pesaingnya, tapi dia percaya. Asalkan kita yakin, komitmen, totalitas, dan pastinya kreatif, dia yakin brand dia sendiri pasti berbeda, berkualitas, dan mendapat nilai dimata pasar dan peminatnya.

Di umur 20thn penghasilannya tidak kalah dengan pekerja kantoran. Dia bisa mengais 3-4 kali lipat keuntungan dari bisnisnya jualan secara online.

Saatnya yang muda yang kaya!
@AuliaRhmadani

5.  Yasa Paramita Singgih

Never too young to become a billionaire. Inilah prinsip hidup Yasa, anak muda yang lahir dengan nama lengkap Yasa Paramita Singgih pada tanggal 23 April 1995 di Kota Bekasi.

Terlahir di keluarga yang biasa-biasa saja, membuat Yasa memutuskan untuk hidup mandiri dengan berbisnis.  Sejak berusia 15 tahun ia sudah mulai mencari uang sendiri dengan menjadi MC di berbagai acara Sweet 17, musik, perlombaan, talkshow & seminar. Di usia yang sama ia juga mulai berjualan lampu hias secara online, namun tak lama kemudian usaha lampu hiasnya tutup lantaran supplier tidak dapat memberikan barang lagi. Alhasil pada usia 16 tahun Yasa banting setir ke usaha fashion. Sempat beberapa kali gagal, akhirnya dia berhasil membangun online shop dengan nama Men’s Republic.

Dua tahun berhasil mengembangkan online shop ia pun kembali membangun bisnis nya yang baru yaitu Ini Teh Kopi. Online Shop yang didirikan Yasa berhasil membawa namanya diliput oleh NET TV pada acara Sarah Sechan Show, Trans 7 pada acara Redaksi Siang Trans 7 dan diliput oleh Majalah Elshinta sebagai Anak Muda Inspiratif. Pada usia 18th ia juga mendirikan sebuah sekolah bisnis non formal bernama Billionaire University yang diperuntukkan untuk anak muda berusia 17-25th dengan motto “Create The Real Young Entrepreneur”

Di usia 18 tahun, Yasa telah mendapatkan berbagai macam penghargaan dan telah diliput oleh berbagai macam majalah, radio & stasiun TV. Ia juga telah diundang oleh banyak komunitas dan universitas untuk memberikan sharing seputar bisnis, motivasi dan pengembangan diri. Ia juga telah mendapatkan penghargaan 5 Entrepreneur Muda Tergila versi Lintas.Me dan 10 Pengusaha Muda Sukses versi Yukbisnis.

6.  Nicholas Kurniawan

Lahir di jakarta 29 januari 1993 dari keluarga yang sederhana, Nicolas masih ingat betul bagaimana hancur hatinya mendengar dan melihat keluarganya yang sering bertengkar bahkan pernah terdengar kata cerai karena masalah ekonomi, merasakan bagaimana malunya menerima surat peringatan terlambat membayar uang sekolah walau mungkin membayar uang sekolah paling murah di sekolah, merasakan betul bagaimana rasanya dipandang sebelah mata karena keadaan ekonomi.

Walau kurang secara finansial, namun ia bersyukur memiliki orang tua yang luar biasa. Orang tuanya selalu memberikan pendidikan terbaik baginya, dengan segala cara, mereka juga selalu memberikan baju baju yang baik, agar ia dapat bergaul dengan siapa saja tanpa merasa rendah diri

Keadaan yang serba terbatas selalu memotivasinya untuk bekerja. Kelas 2 SD, ia memulai bisnis pertamanya yaitu berdagang mainan di sekolah agar dapat membeli mainan ,dan kebiasaan itu terus berlanjut, SMP, ia mencoba membuat dan menjual baju, menjual donat, dan kue kue buatan mama di sekolah, sampai mencoba berbagai MLM saat SMA, sayangnya hampir semua berakhir kegagalan.

Sampai akhirnya ia mengenal KASKUS, febuari tahun 2010. Ia mencoba menjual ikan terapy garra rufa yang diberikan secara gratis dari teman teman ibunya lewat kaskus. Namun karena peminatnya amat banyak akhirnya ia mengenal dan mensupply berbagai fish therapy di mall, mulai dari Blok M square, Point square, Pluit junction, hingga hotel alexis! Sampai beberapa rumah anggota DPR dari partai demokrat dan PAN pernah di datangi sekedar untuk mengantar ikan pesanan mereka. Dalam menjalankan bisnis tersebut bukan tanpa halangan, bukan jalan lurus yang harus ia lewati, 3x ia mengalami rugi yang cukup besar, beberapa kali juga melakukan keputusan yang salah, pernah juga membuat pelanggan kecewa, namun dari setiap kesalahan yang ia lakukan, ia selalu belajar dari kesalahan. Akhirnya berkat perjuangannya tersebut ia bisa membeli mobil Mazda hanya dengan kaskus dan ia juga sempat masuk ke Kick Andy. Sekarang ia sering dipanggil untuk mengisi seminar-seminar dan juga seorang trainer bisnis muda.

“Intinya jangan hanya berdiam di 1 tempat dan keluarlah dari zona ternyaman Anda – @nicholask93”

Semoga kisah-kisah di atas bisa menginspirasi kita untuk melakukan lebih baik dari yang sudah kita lakukan sekarang. Intinya tekad yang kuat, yakin, semangat dan optmis, pasti Tuhan akan memberikan kemudahan menuju tangga kesuksesan.  Aamiin … 🙂

Sumber : kaskus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Info : 0812-8446-1997Call