Kenali Penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Gejala dan Penanganannya Lebih Dini

Dipicu oleh pengalaman pribadi yang terjadi pada teman baik dan saudara dekat saya yang menderita sindrom OCD, akhirnya saya coba membaca beberapa artikel terkait tema OCD dan juga diskusi beberapa hal dengan teman saya yang saat ini sedang proses pemulihan OCD, setidaknya sebagai tambahan wawasan bagi saya untuk saya ambil ilmu dan hikmahnya.

OCD yang saya maksud bukan Obsessive Corbuzier Diet.  OCD yang menjadi topik saya kali ini adalah kependekan dari Obsessive Compulsive Disorder.  OCD adalah gangguan yang ditandai dengan pikiran negatif yang membuat penderita merasa gelisah, takut dan khawatir.  Sehingga untuk menghilangkan kecemasan itu, ada obsesi berlebihan dari si penderita.

Setidaknya ada beberapa hal yang memicu munculnya gangguan kejiwaan salah satunya OCD pada diri seseorang diantaranya :

  • adanya kelainan pada struktur atau komposisi kimia dalam otak.
  • adanya riwayat gangguan kepribadian atau penyakit mental lainnya dalam keluarga.
  • menghabiskan masa kecil di dalam kehidupan keluarga yang kacau.
  • perasaan diabaikan sejak anak-anak.
  • mengalami pelecehan / bully sejak anak-anak baik dalam bentuk verbal maupun fisik.
  • tingkat pendidikan yang rendah.
  • hidup di tengah keluarga dengan ekonomi yang sulit.

Sebagian besar para ahli berpendapat bahwa gangguan kepribadian termasuk OCD disebabkan oleh kombinasi dari situasi dan latar belakang kehidupan yang tidak menyenangkan dengan gen yang membentuk emosi seseorang yang diwariskan dari orang tuanya.

Ada beberapa tanda bahwa Anda sedang mengalami OCD.  Dari hasil selancar saya di dunia maya yaitu dalam salah satu blog seseorang yang berhasil sembuh dari OCD dan ternyata banyak ditanggapi oleh orang-orang yang memiliki tanda yang sama, hampir semua menyatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa yang mereka alami adalah penyakit dan perlu segera diobati.  Karena itu, kenali tanda-tanda di bawah ini.  Jika ada salah satu saja yang kalian rasakan, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.  Berikut beberapa tanda OCD yang dimaksud :

  • Cuci tangan –> Pengalaman teman saya, dia bisa melakukan cuci tangan setiap saat dalam hitungan menit karena merasa tangannya tetap saja kotor setelah dicuci.  Obsesi untuk segera cuci tangan dilakukan penderita OCD karena takut terkena penyakit akibat bakteri dan kuman penyakit.  Biasanya penderita OCD akan tetap takut akan bahaya kuman walaupun sudah cuci tangan berkali-kali.
  • Terlalu bersih –> Bukan cuma cuci tangan, segala yang berbau kebersihan seperti cuci piring, cuci baju, dan kebersihan ruangan menjadi beban pikiran penderita OCD.  Seperti yang terjadi pada teman saya, dia menghabiskan waktu hingga 5 jam hanya untuk mencuci 3 helai pakaiannya karena menurutnya baju yang dicuci belum juga bersih.
  • Mengecek ulang –> Penderita OCD memiliki kebiasaan mengecek segala sesuatu -seperti apakah pintu sudah dikunci, kompor sudah dimatikan, apakah ada barang yang ketinggalan- dengan penuh kecemasan.
  • Terorganisir –> Segala sesuatu harus diletakkan, ditata dan dirapikan sesuai angka, warna, atau simetris.  Jika semuanya berantakan, penderita OCD akan merasa cemas yang berlebihan.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan penyakit OCD :

  • Dapatkan diagnosis secara profesional.  Meskipun Anda menduga menderita OCD, jangan mencoba untuk membuat diagnosa sendiri.  Diagnosis mental bisa sangat rumit dan harus dilakukan oleh ahli kesehatan mental.  Anda dapat menemui psikolog atau dokter spesialis kejiwaan untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
  • Mempertimbangkan melakukan psikoterapi dengan cara berkonsultasi kepada ahli terapi secara reguler sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
  • Mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.
  • Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat.  Menurut teman saya, dukungan keluarga atau orang terdekat sangat lah berperan dalam membantu kesembuhannya.  Ia menyarankan selama masih bisa dirawat di rumah, jangan bawa penderita OCD ke rumah sakit jiwa.  Karena untuk beberapa orang, berada di RSJ justru membuat kondisi penderita OCD menjadi semakin trauma.
  • Hasil selancar saya di dunia maya dan mungkin bisa Anda pertimbangkan, ada terobosan baru untuk meredakan penyakit OCD yaitu dengan cara terapi gelombang otak OCD Therapy.  Cara kerjanya hanya dengan mendengarkan sebuah CD musik melalui headphone atau speaker dengan posisi duduk santai atau sambil berbaring. Saya tidak tahu sampai berapa persen tingkat keberhasilannya namun tidak ada salahnya untuk dicoba.

Demikian sharing informasi mengenai OCD.  Menurut saya, yang lebih utama dalam mengatasi ataupun menjaga agar OCD tidak muncul kembali adalah pasrah kepada ketentuan Allah.  Menjalani hidup dengan penuh syukur dan berkumpul bersama orang-orang yang bisa menguatkan.  Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Info : 0812-8446-1997Call