Apa Itu Milia dan Bagaimana Cara Pengobatannya?

Kenapa saya tulis tentang Milia? Karena saya baru menyadari bahwa saya punya milia di bagian bawah mata.  Awalnya daerah bagian mata bersih, dan entah kenapa tiba-tiba muncul beberapa milia di area mata saya.  Yuk kita kenalan sama Milia ini 🙂

Apa itu Milia?  Dari web hellosehat menyebutkan bahwa milia adalah sekelompok kista milium, yang merupakan benjolan-benjolan kecil putih yang muncul sebagai gerombolan pada kulit. Milia sering muncul di pipi, hidung, mata, dan kelopak mata.

Ada 5 jenis milia:

  • Milia neonatal: jenis milia ini muncul pada bayi setelah lahir. Milia ini berupa kelenjar keringat yang belum berkembang. Ditambah lagi, kondisi ini terjadi pada sekitar 50% bayi di dunia sehingga dianggap wajar dan akan hilang sendiri. Milia jenis ini juga disebut butir Epstein.
  • Milia primer: milia ini dapat muncul pada anak-anak maupun orang dewasa.
  • Milia sekunder: sering muncul di dekat luka, misalnya luka bakar atau ruam. Juga muncul setelah Anda mengoleskan krim jenis tertentu macam krim kulit corticosteroid.
  • Milia en plaque: milia jenis ini sangat langka, berkembang tumbuh berdempetan sehingga terlihat seperti terdapat permukaan kulit yang meninggi. Milia en plaque cenderung mempengaruhi terutama wanita paruh baya.
  • Multiple eruptive milia: milia jenis ini hilang setelah periode berminggu-minggu atau berbulan-bulan ini, dan juga tergolong sangat langka.

Kira-kira begini gambaran milia yang muncul di bagian mata :

Apa Itu Milia dan Bagaimana Cara Pengobatannya?
Milia di Area Mata

Setidaknya ada 6 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati milia.  Info ini saya dapat dari situs cosmopolitan.

1. Rutin membersihkan wajah
Membersihkan wajah secara teratur akan mencegah kotoran menumpuk pada pori-pori kulit sehingga mencegah timbulnya milia.

2. Pakai sunscreen
Efek negatif dari sinar UV salah satunya adalah menebalkan kulit. Dengan menebalnya jaringan epidermis, maka keratin yang berada di bawahnya pun semakin susah keluar. Dengan memakai sunscreen atau sunblock akan meminimalisir efek buruk sinar UV pada kulit. Pilih oilfreesunscreen yang akan melindungi kulit Anda dari bahaya sinar UV tapi tidak membuat pori tersumbat.

3. Exfoliate
Sel kulit mati yang menumpuk pada wajah juga bisa membuat keratin terperangkap dan menyebabkan milia. Eksfoliasi kulit Anda 3 kali seminggu dan gunakan exfoliator yang lembut. Terlalu sering scrubbing muka juga tidak berefek baik, malah bisa menyebabkan milia baru karena abrasi berlebih. Pakai gentle exfoliant seperti hyaluronicacid agar tidak berefek keras pada kulit. Anda memiliki milia di bawah mata? Salah satu penyebabnya selain dampak sinar matahari, ialah malfungsi saat peristiwa eksfoliasi alami kulit terjadi. Nah, siasati masalah ini dengan mengaplikasikan krim dengan formula retinoid atau produk exfoliant yang mengandung AHA ataupun BHA setidaknya 2% dalam komposisinya. Jika tidak ada kemajuan yang berarti selama sebulan, tingkatkan menjadi 9%. Lebih dari itu, gunakan sesuai petunjuk dokter.

4. Pakai retinol
Krim, lotion, atau serum yang mengandung retinol dapat mengeksfoliasi kulit, menjaganya agar tetap lembut dan bersih. Untuk hasil yang maksimal, pakai retinol lotion di area yang memiliki masalah milia, namun jangan memakai retinol di area kelopak mata karena bisa membuat iritasi dan terasa pedih di mata.

5. Hubungi dermatologis Anda
Jika ingin menghilangkan milia di wajah, Anda perlu bantuan profesional. Dermatologis bisa menentukan perawatan yang tepat untuk kebutuhan dan jenis kulit Anda. Jangan mencoba mengeluarkan milia sendiri di rumah memakai jarum karena bisa menyebabkan infeksi dan bekas luka yang sulit hilang. Pengobatan yang dapat dilakukan contohnya chemical peels, microdermabrasion, maupun laser. Beberapa alternatif lain meliputi cryotherapy yang biasanya ditujukan untuk milia pada area sensitif seperti kelopak mata yang lebih baik tidak diolesi retinoid cream. Meski memakan biaya lebih, treatment seperti ini tidak akan menimbulkan bekas jika dilakukan secara benar.

6. Ekstraksi
Memencet milia secara mandiri harus dilakukan dengan memakai jarum dan alat ekstraksi komedo yang telah disterilkan terlebih dahulu. Ekstraksi tersebut hanya bisa dilakukan setelah membersihkan muka dan menunggu hingga permukaannya benar-benar kering serta menghindari tekanan berlebihan. Jika Anda khawatir bahwa melakukan proses ini di rumah akan memperburuk kondisi kulit, pergilah ke ahli dermatologi.

Semoga informasi ini bermanfaat ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Info : 0812-8446-1997Call